4 Arah Kebijakan Mojtaba Khamenei, dari Perubahan hingga Rekonsiliasi

2 hours ago 1

logo-apps-sindo

Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

Kanal

MNC Portal

Live TV

Radio Live

MNC Networks

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:10 WIB

4 Arah Kebijakan Mojtaba...

Kebijakan Mojtaba Khamenei diperkirakan akan membawa perubahan dan rekonsiliasi. Foto/X

TEHERAN - Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, diyakin akan membawa banyak perubahan dibandingkan kepemimpinan ayahnya. Meskipun dia sudah menunjukkan diri sebagai pemimpin yang tak bisa didikte, dia diprediksi akan membangun rekonsiliasi yang kuat dengan negara-negara Arab lainnya.

4 Arah Kebijakan Mojtaba Khamenei, dari Perubahan hingga Rekonsiliasi

1. Membawa Perubahan

Mengomentari gaya kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Abdullah Al-Arian, seorang analis di Jaringan Kebijakan Al-Shabaka di Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ada "kemungkinan akan ada beberapa perubahan dari masa lalu".

"Ada gagasan bahwa sekarang ada kepemimpinan baru, meskipun itu adalah putra dari mantan pemimpin tertinggi, dan bahwa ia mungkin berada dalam posisi di mana ia dapat mulai menerapkan kebijakan yang berbeda," kata Al-Arian.


2. Mendorong Rekonsiliasi dengan Negara Teluk

“Mungkin ini bisa menjadi kesempatan untuk juga mencari kemungkinan rekonsiliasi dengan beberapa negara Teluk, atau bahkan berpikir lebih jangka panjang tentang kemungkinan reformasi atau perubahan politik apa pun yang mungkin terjadi.

“Setidaknya bukan dari perspektif AS atau Israel, yang tentu saja telah menyatakan tujuan yang sangat maksimalis tentang menghancurkan rezim dan berpotensi bahkan memecah belah Iran, tetapi sesuatu yang akan sedikit lebih dapat diterima oleh pihak lain,” katanya.

3. Membangun Konsolidasi yang Kuat

Abdullah Al-Arian, seorang analis di Jaringan Kebijakan Al-Shabaka di Qatar, mengatakan bahwa mengingat kedekatan pemimpin tertinggi Iran yang baru dengan ayahnya, ia “mungkin diberi akses ke banyak informasi sensitif yang masuk selama persiapan konflik ini”.

“Dalam hal posisinya dalam hierarki internal yang sebenarnya, ia dianggap sebagai Sebagai ulama tingkat menengah, ia sebenarnya tidak menerima gelar ayatollah, yang tentu saja melibatkan pencapaian kredensial yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan besar ia akan diberi gelar itu di masa mendatang.

wa-channel

Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

Follow

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

Infografis

Profil Ayatollah Ali...

Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel

Read Entire Article
Masyarakat | | | |