5 Klaim Mengejutkan tentang Putri Diana, Raja Charles Senang dengan Kematian Istrinya

3 hours ago 1

loading...

Pangeran Charles senang dengan kematian Putri Diana. Foto/X/Daily Mail

LONDON - Sejauh ini, baru beberapa kutipan dari buku baru karya saudara laki-laki Putri Diana , Earl Charles Spencer, yang telah dipublikasikan. Namun, kutipan-kutipan tersebut memicu kehebohan besar bagi keluarga kerajaan Inggris; hal itu mengungkit kembali kenangan menyakitkan tentang pernikahan Diana yang tidak bahagia dengan Raja Charles III, serta memancing teguran keras yang jarang terjadi dari Istana Buckingham.

"Meskipun pada prinsipnya kami tidak memberikan komentar mengenai buku, Baginda Raja menyadari bahwa rasa pedih akibat kehilangan saudara kandung dapat mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan memengaruhi ingatan dengan cara-cara yang tidak disadari orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut terjadi," ujar juru bicara istana dalam sebuah pernyataan.

CNN belum melihat buku berjudul "Swan Song" tersebut sebelum penerbitannya, namun juru bicara Penguin Random House telah mengonfirmasi keakuratan bagian-bagian yang dikutip oleh Daily Mail—media yang secara eksklusif memuat cuplikan isi buku itu.

Kutipan-kutipan ini memuat sejumlah pengungkapan mengenai pernikahan Charles dan Diana, serta reaksi sang Pangeran Wales (gelar Charles saat itu) terhadap kematian Diana.

Mungkin tuduhan yang paling memicu kontroversi dalam kutipan-kutipan ini adalah ingatan Spencer mengenai reaksi Charles terhadap kematian Diana. Ia merinci malam yang penuh ketegangan pada 31 Agustus 1997 itu, menelusuri kembali momen-momen mulai dari saat berita kecelakaan mobil fatal yang menimpa Diana di Paris pertama kali muncul, percakapan teleponnya yang berulang kali dengan sang kakak, Jane, hingga saat ia menelepon mantan kakak iparnya setelah mengetahui Diana telah meninggal dunia.

Dalam percakapan telepon itu, Spencer mengatakan Charles "terdengar sangat gembira—seperti pemenang lotre."

"Jika menengok kembali sekarang, saya menduga reaksi pertama sang pangeran pastilah lebih memikirkan bagaimana peristiwa ini dapat membebaskannya untuk menikahi wanita yang dicintainya, alih-alih meratapi kepergian sosok yang tidak dicintainya," klaim Spencer.

Dalam percakapan telepon berikutnya antara kedua pria itu—saat mereka berdebat mengenai apakah Pangeran William dan Harry sebaiknya berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka dalam upacara pemakaman—Spencer mengatakan Charles meluapkan "kemarahan yang meluap-luap," sebelum sempat berhenti sejenak.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |