Bagaimana Hukum Menggabung Qadha Puasa Ramadan dengan Puasa Syawal?

8 hours ago 5

loading...

Mengqadha puasa Ramadan dapat dikerjakan pada hari-hari biasa maupun hari-hari puasa sunnah. Misalnya puasa Senin Kamis , Syawal, Rajab, Syaban, maka sudah termasuk mendapatkan pahala puasa wajib dan pahala puasa sunnah. Foto ilustrasi/ist

Bagaimana hukumnya berniat meng- qadha puasa Ramadan dengan puasa sunnah seperti puasa 6 hari di bulan Syawal ini? Simak penjelasannya berikut ini;

Menurut para ulama, mengqadha (mengganti) puasa Ramadan dapat digabung dengan puasa sunnah . Berikut penjelasannya:

Hadis dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha: "Dulu aku memiliki utang puasa Ramadan, sementara aku tidak bisa meng-qadha-nya kecuali sampai bulan Syaban, karena sibuk melayani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Kisah Hikmah : Ketika Keluarga Rasulullah SAW Merayakan Idulfitri yang Penuh Haru

Imam Zakariya Ibnu Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Zakariya Al-Anshari, Abu Yahya dalam kitabnya Fathu Al-Wahab mengutip pernyataan Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu', niatnya cukup seperti di bawah ini.

Mengqadha puasa Ramadan dapat dikerjakan pada hari-hari biasa maupun hari-hari puasa sunnah. Misalnya puasa Senin Kamis , Syawal, Rojab, Syaban, maka sudah termasuk mendapatkan pahala puasa wajib dan pahala puasa sunnah.

Berikut lafaz niatnya:

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhai fardhi syahri Ramadhona lillaahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala".

Bagi masih punya utang puasa Ramadan, sekarang saatnya untuk melunasinya dengan berbarengan melaksanakan puasa sunnah Syawal atau puasa Senin-Kamis. Insya Allah pahalanya doble.

Baca juga: Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!

(wid)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |