Ekonomi RI Diproyeksikan Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

13 hours ago 6

loading...

Lead Economist Danamon Irman Faiz memprediksi ekonomi Indonesia tetap tumbuh resilien di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar keuangan. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Perekonomian global diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan pada 2026. Hal ini ditandai dengan tingginya harga energi, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Kendati demikian, Indonesia dinilai tetap berada pada posisi yang relatif kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi . Ini berkat stabilitas makro ekonomi yang terjaga, investasi yang terus mengalir, serta dukungan berbagai sektor strategis baru. Baca juga: Ekonomi RI Belum Lari Kencang, Purbaya Pastikan Indonesia Bebas dari Kutukan Pertumbuhan 5%

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( Danamon ), Irman Faiz mengatakan, kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik global telah memicu tekanan inflasi dan memperketat kondisi keuangan di berbagai negara. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat dari 3,5% pada 2025 menjadi 3,0% pada akhir 2026 sebelum kembali membaik pada 2027. ”Sementara harga minyak yang sempat meningkat signifikan diperkirakan berangsur menurun seiring penyesuaian pasokan global,” katanya, Senin (14/9/2026).

Menurut Irman, di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh sekitar 5,2% pada 2026. Didukung investasi, belanja pemerintah, aktivitas ekonomi domestik yang masih solid, dan kebijakan pemerintah yang mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Investasi asing langsung (FDI) terus menunjukkan tren positif. Terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pengembangan pusat data (data center) yang mulai menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |