Era Baru AI Phone: Alasan Samsung Masih Memimpin Industri lewat Ekosistem AI

15 hours ago 7

loading...

Ekosistem Galaxy AI menyatukan Galaxy S Series, Galaxy Buds, dan Galaxy Watch dalam satu pengalaman pintar yang saling terhubung dan kontekstual. Foto: Samsung

JAKARTA - Samsung memimpin industri smartphone dengan membangun ekosistem AI terintegrasi yang tidak berhenti pada fitur kamera, tetapi merambah produktivitas, komunikasi, kesehatan, dan keamanan dalam satu pengalaman lintas perangkat.

Di tengah hiruk-pikuk perlombaan kecerdasan buatan dalam industri teknologi, Samsung secara konsisten menetapkan standar baru melalui pengembangan ekosistem Galaxy AI yang terintegrasi secara end-to-end.

Bukan lagi sekadar fitur tambahan atau gimmick, Samsung berhasil menggeser paradigma dari menjual perangkat tunggal menjadi menawarkan pengalaman hidup terkoneksi (connected living), di mana perangkat keras menjadi lebih berharga karena saling terhubung melalui "otak" buatan yang relevan dengan konteks harian.

Keberhasilan Samsung mempertahankan predikat sebagai barometer industri terletak pada rekam jejak inovasi yang berkelanjutan.

Dimulai dari lini flagship Galaxy S Series—yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan utama—kecerdasan ini kini telah merambah ke seluruh ekosistem, mulai dari Galaxy Buds hingga Galaxy Watch.

Di tahun 2026, loyalitas konsumen Samsung didorong oleh mulusnya transisi fungsi antarperangkat yang membuat produktivitas, komunikasi, dan pemantauan kesehatan terasa lebih personal.

Di tengah kompetisi AI generatif yang semakin agresif, Samsung tidak hanya menyematkan AI sebagai fitur tambahan. Perusahaan asal Korea Selatan itu memosisikan Galaxy AI sebagai fondasi ekosistem—dengan Galaxy S Series sebagai “otak”, Galaxy Buds sebagai sistem audio cerdas, dan Galaxy Watch sebagai asisten kesehatan personal.

Strategi ini menggeser fokus dari perangkat individual menjadi pengalaman “connected living” yang menyatu.

Galaxy S Series sebagai Pusat Kendali AI

Smartphone seperti S25 Series menjadi pusat komputasi AI, menggabungkan kemampuan on-device dan cloud-based AI.

Fitur seperti Generative Edit memungkinkan pengeditan foto berbasis AI langsung di perangkat. Note Assist membantu merangkum teks panjang menjadi poin-poin ringkas. Interpreter dan Live Translate memungkinkan penerjemahan real-time dalam percakapan dua arah. Circle to Search mempercepat pencarian visual hanya dengan melingkari objek di layar.

AI di sini bukan sekadar demonstrasi teknologi. Ia menyederhanakan aktivitas harian—rapat, presentasi, pencarian informasi, hingga komunikasi lintas bahasa.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |