Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat

12 hours ago 3

loading...

Gempa kembar yang guncang Venezuela telah menewaskan 2.295 orang. Kondisi wilayah mirip zona perang dengan bau mayat mulai menyengat. Foto/Instagram/democracynow

CARACAS - Dua gempa bumi beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 di Venezuela pada 24 Juni telah menyebabkan 2.295 orang tewas. Demikian pengumuman pemerintah setempat pada Rabu, dengan lebih dari 11.000 orang terluka dan 15.000 lainnya mengungsi.

Mayat-mayat menumpuk di kamar mayat dan warga Venezuela menggali puing-puing dengan tangan mereka. Layanan negara runtuh dan para pemimpin negara yang didukung Amerika Serikat (AS) menghadapi kemarahan yang semakin besar atas respons lambat mereka terhadap korban gempa kembar.

Baca Juga: Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang

Lebih dari 42.000 laporan orang hilang telah dikirim ke situs web yang dibuat oleh oposisi Venezuela, karena pemerintah otoriter yang didukung AS di negara itu belum memberikan angka untuk orang-orang yang hilang.

PBB sedang menyediakan 10.000 kantong mayat sebagai antisipasi peningkatan jumlah kematian di Venezuela, negara kaya minyak tapi terperangkap dalam krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

“Layanan dasar telah lumpuh,” kata badan pengungsi PBB, seperti dikutip dari AFP, Kamis (2/7/2026).

Di provinsi La Guaira yang terdampak parah, pihak berwenang telah mendirikan kamar mayat darurat di bawah silo gandum di kompleks pelabuhan, tempat aliran jenazah terus berdatangan. Wilayah ini sekarang mirip zona perang, di mana banyak bangunan hancur nyaris rata dengan tanah.

Dari gerbang, petugas medis terlihat memindahkan jenazah, menurunkan peti mati, dan membawa kantong kapur untuk membantu menutupi bau mayat yang menyengat. Di luar, kerabat dengan putus asa menunggu kabar tentang orang-orang terkasih mereka.

Karena tidak adanya operasi pencarian dan penyelamatan pemerintah yang serius, penduduk telah menyelamatkan tetangga mereka sendiri, menyingkirkan puing-puing dengan tangan kosong, sementara tim dari lebih dari 50 negara tiba untuk membantu.

Di antara yang hilang adalah lebih dari 100 warga Venezuela yang dideportasi dari AS beberapa jam sebelum gempa bumi terjadi. Hotel tempat mereka diyakini menginap runtuh selama gempa bumi.

Di silo di La Guaira, Maikol Heredia menemukan jenazah sepupunya, Jorge Luis González, yang dideportasi ke Venezuela pada 24 Juni. “Dia belum kembali ke Venezuela selama sembilan tahun,” kata Heredia, yang sedang berusaha mengumpulkan USD850 yang dibutuhkan untuk memindahkan jenazah ke rumahnya yang berjarak 720 km.

Alicia Mendoza telah mencari di rumah sakit dan kamar mayat darurat di silo gandum untuk mencari putranya yang berusia 38 tahun, Alejandro Bisbal, salah satu warga yang deportasi AS yang sekarang hilang. Pihak berwenang menunjukkan kepada Mendoza mayat dengan nama putranya tertera di sana, tetapi dia mengatakan itu bukan putranya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |