Gernas Klien Bapas Peduli di Taman Kota Satria: Bapas Purwokerto dan 35 Klien Bangun Sinergi Bersama Masyarakat

1 day ago 6

PURWOKERTO – Suasana pagi di Taman Kota Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, diwarnai semangat gotong royong yang sarat akan makna reintegrasi sosial pada Kamis (23/7). Sebanyak 35 klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto bersama jajaran pegawai, warga setempat, dan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) bahu-membahu membersihkan area taman publik yang menjadi kebanggaan warga Kota Mendoan tersebut.

Aksi bersih-bersih lingkungan ini bukan sekadar agenda kepedulian lingkungan semata, melainkan wujud nyata penguatan sinergi serta komunikasi sosial antara institusi pemasyarakatan dan publik. Melalui kegiatan kolaboratif ini, Bapas Purwokerto berkomitmen untuk mengikis stigma negatif terhadap mantan narapidana, sekaligus mendekatkan diri agar peran dan fungsi lembaga pemasyarakatan ini lebih dikenal serta dipahami oleh masyarakat luas.

Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, menegaskan bahwa perbauran klien dengan masyarakat umum di ruang publik merupakan langkah strategis dalam memulihkan hubungan sosial yang sempat renggang. "Kegiatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang harmonis antara Bapas, klien, dan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat melihat langsung perubahan positif dari para klien, sekaligus mengenal lebih dekat peran Bapas dalam membimbing mereka kembali ke tengah-tengah lingkungan sosial, " ujar Nasirudin.

Fokus pembersihan taman meliputi penyapuan daun kering, pemangkasan dahan dan rumput liar, serta pengumpulan sampah plastik yang berserakan di sekitar jalur pejalan kaki dan fasilitas umum. Keterlibatan Pokmas Lipas sebagai mitra strategis pemasyarakatan turut memperkuat jembatan penghubung antara para klien yang sedang menjalani masa bimbingan dengan warga sekitar.

Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD) sekaligus Ketua Kegiatan Gerakan Nasional (Gernas), Elingrianti, menjelaskan bahwa antusiasme seluruh peserta mencerminkan keberhasilan pendekatan persuasif yang dilakukan oleh Bapas. "Melalui momentum Gernas ini, kami ingin memberikan ruang penerimaan bagi 35 klien untuk berkontribusi langsung kepada Kota Purwokerto. Kehadiran Pokmas Lipas dan warga yang menyambut terbuka menunjukkan bahwa semangat gotong royong mampu meruntuhkan sekat-sekat prasangka sosial, " kata Elingrianti di sela-sela memimpin jalannya aksi bersih-bersih.

Dampak positif dari keterbukaan ini dirasakan langsung oleh para peserta bimbingan, salah satunya klien Bapas Purwokerto berinisial R. Ia mengaku terharu dan bangga dapat kembali berbaur untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan tanpa merasa dikucilkan. "Ada rasa bangga dan haru bisa bekerja sama dengan masyarakat membersihkan taman kota ini. Sambutan warga membuat kami merasa diakui kembali sebagai bagian dari masyarakat dan semakin bersemangat untuk terus berbuat baik, " ungkap R.

Aksi kepedulian yang berlangsung hingga menjelang siang hari tersebut berhasil mengubah wajah Taman Kota Satria menjadi lebih bersih, asri, dan nyaman bagi para pengunjung. Lebih dari sekadar pelestarian fasilitas publik, kolaborasi harmonis ini mencatatkan babak baru dalam penguatan posisi Bapas Purwokerto sebagai lembaga pembimbing kemasyarakatan yang inklusif, humanis, dan dekat dengan rakyat.(Humas Bapas Purwokerto)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |