Hasil Uji Abu Vulkanik Anak Krakatau Negatif, BMKG Tetap Lanjutkan OMC

4 hours ago 3

loading...

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Foto/Dok BNPB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengonfirmasi lima bandar udara telah membuka kembali operasional penerbangan setelah pengujian paper test menunjukkan hasil negatif abu vulkanik. Berdasarkan pemantauan Selasa (8/9/2026), verifikasi di lapangan memastikan ruang udara dan area landasan sejumlah bandara dinyatakan aman dari sebaran material abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa BMKG menjalankan pengujian paper test secara berkala di beberapa titik untuk melengkapi pemantauan citra satelit dan data meteorologi penerbangan. BMKG menggelar pengujian berkala ini guna memastikan keamanan di lingkungan bandara sebelum pihak pengelola membuka kembali operasional penerbangan.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman," kata Faisal.

Menindaklanjuti kondisi keamanan udara, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan lima bandara telah beroperasi kembali dan melanjutkan operasional. Bandar Udara Soekarno-Hatta (Tangerang), resmi dibuka kembali sejak pukul 00.30 WIB, disusul Halim Perdanakusuma (Jakarta) pukul 00.40 WIB, dan Husein Sastranegara (Bandung) pukul 00.42 WIB,

Selanjutnya, Bandar Udara Budiarto Curug (Tangerang) beroperasi mulai pukul 01.25 WIB serta Pondok Cabe (Tangerang Selatan) mulai pukul 01.28 WIB, kemudian Muhammad Taufik Kiemas (Sumatera Selatan) pukul 09.31, Radin Inten II (Lampung) pada pukul 09.45 WIB, dan Salakanagara Tanjung Lesung (Banten) pukul 09.50 WIB.

Sejalan dengan itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, menjelaskan BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik yang secara umum berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km) dan bergerak ke arah Selatan - Barat Daya mencakup sebagian Banten bagian Barat Laut, Samudra Hindia Barat Laut Banten dengan kecepatan 5 - 10 knot (9,3 - 18,5 km/jam) pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |