PANGKEP SULSEL - Penguatan data menjadi kunci utama untuk mempercepat dan mengefektifkan pembangunan di tingkat akar rumput. Data kependudukan, sosial, ekonomi, hingga kondisi lingkungan yang akurat dan mutakhir memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan merancang program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan data yang jelas dan terarah, pembangunan tidak lagi bersifat umum, melainkan menyentuh langsung persoalan riil warga di tingkat RT, RW, desa, dan kelurahan.
Melalui basis data yang kuat dan terpadu, kebijakan pembangunan dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan berkeadilan. Program bantuan, pemberdayaan UMKM, peningkatan infrastruktur, hingga layanan kesehatan dan pendidikan dapat disalurkan tepat sasaran. Partisipasi aktif masyarakat dalam pendataan juga menjadi faktor penting agar pembangunan tidak hanya cepat terlaksana, tetapi juga berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kalau ingin cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan, data yang diperkuat sebaiknya bukan banyak tapi relevan dan hidup (ter-update). Idealnya mencakup 6 klaster utama berikut:
1️⃣ Data Kependudukan & Sosial
Ini fondasi utama.
Jumlah penduduk per RT/RW/dusun
Usia (balita, usia produktif, lansia)
Pendidikan terakhir
Pekerjaan/mata pencaharian
Data disabilitas
Status perkawinan
👉 Manfaat: tepat sasaran untuk pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan tenaga kerja.
2️⃣ Data Kemiskinan & Kerentanan
Bukan sekadar “miskin”, tapi mengapa miskin.
Rumah tidak layak huni
Akses air bersih & sanitasi
Pendapatan per keluarga
Anak putus sekolah
Keluarga rawan pangan
Lansia/keluarga tanpa penopang ekonomi
👉 Manfaat: program bantuan dan pemberdayaan tidak salah sasaran.
3️⃣ Data Ekonomi Lokal & UMKM
Ini mesin penggerak desa/kelurahan.
Jenis usaha warga (tani, nelayan, UMKM, jasa)
Skala usaha (rumahan–menengah)
Produksi per bulan/tahun
Kendala utama (modal, alat, pasar, SDM)
Potensi unggulan lokal
👉 Manfaat: arahkan bantuan, pelatihan, dan akses pasar.
(Ini nyambung dengan pengalaman Anda soal produk olahan & UMKM)
4️⃣ Data Infrastruktur & Lingkungan
Pembangunan fisik harus berbasis fakta.
Jalan (rusak, sedang, baik)
Drainase & rawan banjir
Listrik & jaringan internet
Fasilitas umum (sekolah, posyandu, masjid)
Lahan tidur, rawa, kebun, pesisir
👉 Manfaat: perencanaan infrastruktur lebih adil dan tepat lokasi.
5️⃣ Data Kesehatan Masyarakat
Untuk mencegah, bukan hanya mengobati.
Balita stunting & gizi buruk
Ibu hamil berisiko
Penyakit dominan (ISPA, DBD, hipertensi, dll)
Akses layanan kesehatan
Kepesertaan BPJS
👉 Manfaat: intervensi kesehatan lebih cepat & hemat biaya.
6️⃣ Data Partisipasi & Kelembagaan Warga
Sering dilupakan, padahal penting.
Kelompok tani/nelayan
Majelis taklim, karang taruna
BUMDes/Koperasi
Relawan & tokoh lokal
Tingkat partisipasi musyawarah
👉 Manfaat: pembangunan tidak hanya “proyek”, tapi gerakan bersama.
🔑 Prinsip Penguatan Data (Ini yang sering gagal)
✔ Data by name by address
✔ Update rutin (6–12 bulan)
✔ Satu pintu data (tidak tumpang tindih)
✔ Libatkan RT/RW & kader
✔ Data dipakai untuk keputusan, bukan hanya arsip
Kesimpulan singkat:
Pembangunan cepat bukan karena dana besar, tapi karena data tepat.
Data yang kuat = kebijakan tepat = hasil terasa.
Kalau mau, saya bisa:
Buatkan format pendataan desa/kelurahan
Susun prioritas pembangunan berbasis data
Atau contoh dashboard data sederhana untuk aparat di lapangan
PANGKEP 26 Januari 2026
Herman Djide
Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Jurnalis Nasional Indonesia ( JNI ) Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan

















































