IMIP dan UNIDO Sepakat Kembangkan Rantai Industri Mineral Hijau Berkelanjutan di Morowali  

2 weeks ago 6

MOROWALI, (20/01/2026) – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) secara resmi menjalin kerja sama strategis untuk mewujudkan kawasan industri berkelanjutan. Kesepakatan ini menandai langkah konkret kedua pihak dalam mengimplementasikan deklarasi bersama pembangunan rantai industri mineral hijau.
 
Acara penandatanganan kerja sama yang berlangsung pada Sabtu (17/01/2026) lalu, dihadiri oleh delegasi UNIDO, Kementerian Perindustrian Indonesia, Asosiasi Nikel Internasional, Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia, serta perwakilan perusahaan hulu dan hilir industri nikel, termasuk mitra hingga lembaga keuangan.
 
Dalam kemitraan yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan, IMIP dan UNIDO akan fokus pada empat bidang utama, yaitu: akselerasi pembangunan kawasan industri berbasis ekologi, penataan rantai pasok mineral hijau, pengembangan masyarakat, serta peningkatan keahlian.
 
Dengan bimbingan UNIDO, IMIP akan mengadopsi standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sistem internasional dalam mengelola lingkungan sekitar konsesi, melibatkan masyarakat, perusahaan yang beroperasi di kawasan, dan para mitra pada setiap mata rantai industri. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk membangun proyek percontohan kawasan industri berkelanjutan yang dapat menjadi contoh bagi kawasan lain, sekaligus mencapai target sesuai standar PBB dan mendukung visi "Indonesia Emas 2045". Proyek ini juga mengajak perusahaan-perusahaan di dalam kawasan untuk berkontribusi dalam mewujudkan proyeksi tersebut.
 
Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, beserta rombongan melakukan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas di IMIP, termasuk pabrik produksi, pelabuhan, museum, pusat pengalaman keselamatan (safety experience hall), dan lokasi lainnya. Mereka secara detail meninjau langkah-langkah konkret yang telah diambil terkait pengurangan karbon dan emisi, keselamatan, serta perlindungan lingkungan dalam proses peleburan dan pengolahan bijih nikel. Zou juga menyaksikan secara langsung capaian kawasan dalam produksi hijau, inovasi teknologi, dan tata kelola ESG.

"Kami kagum melihat perkembangan pesat di kawasan IMIP dan mengapresiasi upaya aktif pengelola dalam menjalankan tanggung jawab sosial serta mendorong pengembangan masyarakat. Kunjungan lapangan ini membuat UNIDO melihat potensi besar IMIP dalam membangun kawasan industri berkelanjutan. Kami yakin kerja sama ini akan memberikan contoh nyata bagi kawasan industri berkelanjutan lainnya di dunia, " kata Zou.

Perwakilan Kementerian Perindustrian, Rahmayanti, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia dan UNIDO telah melaksanakan Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) sejak tahun 2020 dan meraih hasil yang positif. Ia menekankan pentingnya kapasitas UNIDO dalam peningkatan efisiensi energi, identifikasi jalur penurunan emisi, serta pembangunan sistem simbiosis industri untuk mempercepat transformasi industri hijau dan pengembangan hilirisasi sumber daya mineral di Indonesia.

"Kami berharap kerja sama ini dapat mencapai keberhasilan dan menjadi contoh transformasi serta peningkatan kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam. Semoga pengalaman ini dapat direalisasikan pada kawasan industri lain, " timpal Rahmayanti.

Wakil CEO Eternal Tsingshan Group, Zhang Fan, yang juga menjabat sebagai Direktur PT IMIP, optimistis bahwa kerja sama ini akan menghasilkan model baru kawasan industri berkelanjutan yang aman, sehat, hijau, inklusif, dapat direplikasi, dan dipromosikan.

"IMIP akan memanfaatkan kapasitas internasional UNIDO bersama para mitra rantai industri untuk mendorong transformasi hijau rendah karbon serta penguatan kapasitas tata kelola, meningkatkan infrastruktur dan kemampuan pada pelayanan publik, juga menjadikan Morowali sebagai percontohan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia hingga memberi manfaat bagi masyarakat, " kata Zhang Fan.

Sebagai informasi, IMIP merupakan kawasan industri yang terletak di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Kawasan ini memiliki rantai industri nikel terbesar di dunia dan menjadi proyek unggulan dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). IMIP bertujuan untuk mendorong transformasi Indonesia dari ekspor sumber daya menuju manufaktur bernilai tinggi, meningkatkan posisi dalam rantai industri energi baru global, serta menjadi model kerja sama Tiongkok–Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat regional.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |