Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara

11 hours ago 3

loading...

Menkeu Purbaya memaparkan skema pembiayaan di balik pengadaan masif 105.000 unit mobil pikap asal India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan skema pembiayaan di balik pengadaan masif 105.000 unit mobil pikap asal India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih . Impor pikap ini dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan target penyelesaian secara bertahap hingga penghujung tahun 2026.

Purbaya menegaskan, bahwa sumber dana untuk proyek besar ini tidak berasal dari alokasi tambahan di luar anggaran yang sudah ada. Melainkan menggunakan mekanisme pinjaman perbankan yang dicicil oleh negara.

Baca Juga: Presiden Didesak Batalkan Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih, Kadin: Membunuh Industri Otomotif

"Komposisi dana (Kopdes) Merah Putih adalah mereka meminjam uang dari bank Himbara. Kewajiban saya Kementerian Keuangan adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).

Purbaya menjamin bahwa pengadaan kendaraan operasional ini tidak memberikan beban baru bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini dikarenakan dana untuk mencicil pinjaman ke bank Himbara diambil dari pos Dana Desa yang sudah dialokasikan setiap tahunnya.

"Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan dari sisi fiskal karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu, cuma sekarang cara belanjanya berubah," jelas Purbaya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |