Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

8 hours ago 3

loading...

Shamsi Ali Al-Nuyorki, Imam Masjid Islamic Center of New York. Foto: Ist

Shamsi Ali Al-Nuyorki
Imam Masjid Islamic Center of New York

TAK dapat disangkal bahwa Islam adalah agama yang paling disalahpahami oleh banyak orang. Ironisnya, hal ini terjadi di tengah perkembangannya yang terus meningkat dan tak terbendung, serta di era kemajuan ilmu pengetahuan dan informasi.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kesalahpahaman ini. Salah satunya adalah kesengajaan pihak-pihak yang tidak menyukai, bahkan takut terhadap perkembangan Islam. Dengan segala fasilitas yang mereka miliki, termasuk media, mereka membangun narasi tentang Islam secara buruk, berbahaya, dan penuh permusuhan.

Beberapa Karakteristik Utama Islam

Membicarakan Islam ibarat menimba air laut: begitu dalam, luas, dan tidak akan pernah selesai dibahas oleh siapa pun, kapan pun. Karena itu, tulisan ini hanya sebagai pancingan agar pembaca terdorong mencari dan menggali lebih jauh tentang agama ini. Tidak seorang pun, seahli apa pun, akan mampu memahami seluruh aspek agama ini secara tuntas.

Pada catatan kali ini, saya hanya menyampaikan beberapa karakter utama Islam yang kiranya dapat menjadi pintu masuk untuk menggali lebih dalam.

1. Islam adalah Agama Rabbani
Kata “Rabbani” memiliki beragam makna. Namun ada dua hal yang ingin saya garis bawahi:

Pertama, Islam adalah agama yang diturunkan Allah sebagai pedoman hidup bagi manusia. Islam bukan agama ciptaan atau inovasi manusia. Nabi Muhammad hanya menerima wahyu dan menyampaikannya. Beliau tidak berposisi sebagai inovator agama.

Kedua, karena bukan ciptaan manusia, Islam bersifat permanen dan otentik. Dasar-dasar Islam—baik akidah, ibadah, maupun moralitas—bersifat tetap dan tidak mengalami perubahan seiring perjalanan waktu dan perubahan keadaan.

2. Islam sebagai Petunjuk Hidup yang Sempurna dan Menyeluruh
Islam adalah petunjuk hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Islam menolak pembagian hidup ke dalam “ruang-ruang” yang terpisah. Tidak ada bagian khusus “untuk Tuhan” dan bagian lain “terserah manusia”.

Selain lengkap, Islam juga merupakan satu kesatuan ajaran yang saling terkait. Akidah berdampak pada ibadah dan muamalah. Ibadah tidak terpisah dari kehidupan sosial. Islam mengatur perilaku di masjid, sekaligus mengatur perilaku di pasar.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |