Cilacap - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di Aula Lapas Besi. Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota Tim TPP bersama Kepala Lapas Besi, Muda Husni, sebagai bagian dari upaya penanganan kondisi overcrowded serta optimalisasi proses pembinaan warga binaan.
Sidang TPP menjadi forum untuk membahas dan mengkaji kondisi warga binaan secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek pembinaan, keamanan, ketertiban, serta hasil assessment. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, Sidang TPP juga terhubung secara daring melalui Zoom Meeting dengan petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) selaku petugas assessment. Keterlibatan petugas Bapas menjadi bagian penting dalam memberikan hasil assessment sebagai bahan pertimbangan Tim TPP dalam menyusun rekomendasi terkait langkah pembinaan dan penanganan warga binaan.
Kepala Lapas Besi, Muda Husni, menegaskan bahwa penanganan overcrowded membutuhkan langkah yang terukur serta sinergi antarinstansi.
“Penanganan overcrowded tidak hanya berbicara mengenai jumlah hunian, tetapi juga bagaimana setiap proses pembinaan dan rekomendasi bagi warga binaan dilakukan secara objektif, terukur, dan sesuai dengan aturan. Sinergi antara Lapas dan Bapas menjadi salah satu kunci agar langkah yang diambil tepat sasaran.” ujar Muda Husni.
Melalui pelaksanaan Sidang TPP ini, Lapas Besi terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan Bapas dan pihak terkait dalam mewujudkan pengelolaan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan pembinaan.
(Humas Lapas Besi)

7 hours ago
3

















































