Mayor Jason Watson, Perwira AS yang Berani Demo Sendirian Desak Trump Dimakzulkan

15 hours ago 9

loading...

Mayor Jason Watson, perwira aktif Angkatan Udara AS, saat demo sendirian di tangga Gedung Capitol pada 1 Juli 2026. Dia mendesak Presiden Donald Trump dimakzulkan. Foto/Military Times

WASHINGTON - Seorang mayor Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) memilih berdiri sendirian di tangga Gedung Capitol dengan mengenakan seragam militernya. Di tangannya hanya ada sebuah papan bertuliskan tiga kata: “Impeach, Convict, Remove”—makzulkan, nyatakan bersalah, dan copot dari jabatan.

Sosok perwira pemberani ini adalah Mayor Jason Watson, perwira aktif Angkatan Udara AS yang telah menjalani sekitar 17 tahun masa dinas. Pada 1 Juli 2026, dia datang ke Capitol Hill dan secara terbuka menyerukan pemakzulan Presiden Donald Trump serta Wakil Presiden JD Vance.

Baca Juga: Menkeu AS: Besok, Seluruh Maskapai Penerbangan Iran Berhenti Beroperasi di Seluruh Dunia

Aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi biasa. Watson melakukannya dalam balutan seragam dinas, meski mengetahui bahwa aturan militer AS membatasi aktivitas politik personel aktif, terutama ketika mengenakan seragam.

Tak lama setelah berdiri di tangga Gedung Capitol, Watson ditangkap Polisi Capitol AS. Dia kemudian diserahkan kepada otoritas militer dan menghadapi proses hukum berdasarkan Uniform Code of Military Justice (UCMJ).

Kini, sekitar tiga bulan setelah aksi tersebut, Watson menghadapi 10 spesifikasi dakwaan berdasarkan tiga pasal UCMJ. Kasusnya bahkan telah memasuki sidang pendahuluan berdasarkan Article 32, tahap yang dapat menentukan apakah perkara tersebut akan dilanjutkan ke pengadilan militer.

Berani Sendirian Menentang Presiden Trump

Watson tidak datang ke Gedung Capitol dengan rombongan besar personel militer. Dia berdiri seorang diri di tangga House of Representatives sambil membawa papan protes.

Sebelum menaiki tangga, dia menyampaikan alasan tindakannya dalam sebuah konferensi pers. Watson menuduh pemerintahan Trump telah melanggar Konstitusi dan mengatakan tindakan militer AS terhadap sejumlah negara dilakukan tanpa persetujuan Kongres.

Menurut Watson, keputusan presiden mengerahkan kekuatan militer ke luar negeri tanpa kondisi darurat yang memenuhi standar tertentu telah mengambil alih kewenangan Kongres sebagaimana diatur dalam War Powers Clause.

Dia kemudian menyimpulkan bahwa Trump dan Vance harus dimakzulkan, dinyatakan bersalah, dan dicopot dari jabatan, sebagaimana dikutip dari Military Times, Selasa (22/9/2026).

Watson sadar tindakannya dapat menghancurkan karier militernya.

Pengacaranya, Christopher Mutimer, mengatakan Watson mengetahui risiko terhadap karier dan kebebasannya ketika memilih berbicara secara terbuka. Namun, Watson kemudian tetap menjalankan aksinya.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |