Mengapa Trump Tidak Bisa Menciptakan Perdamaian ketika Armada AS Siap Perang?

3 hours ago 2

loading...

Donald Trump ticak bisa menciptakan perdamaian. Foto/X

TEHERAN - Presiden AS Donald Trump ingin menjadi “pemimpin acara”. Itu diungkapkan Abdullah al-Shayji, profesor ilmu politik di Universitas Kuwait, di Forum Al Jazeera di Doha.

Mengapa Trump Tidak Bisa Menciptakan Perdamaian ketika Armada AS Siap Perang?

1. Trump Tidak Memiliki Legitimasi

“Trump ingin menjadi pemimpin; ia ingin menjadi nomor satu,” namun, apa yang disebut Dewan Perdamaian yang dibentuk Trump adalah “sesuatu yang samar” dan “tidak memiliki legitimasi”, kata al-Shayji.

“[Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dicari oleh ICC, dan ia seharusnya diserahkan, dan ia masih melakukan kejahatan perang setiap hari,” katanya.

2. Berkoalisi dengan Netanyahu

“Trump ingin menjadi tokoh perdamaian internasional dengan slogan atau isu apa pun… tetapi Anda tidak dapat menciptakan perdamaian ketika Anda bersiap untuk perang dan mengancam; Anda tidak dapat menciptakan perdamaian ketika Anda membentuk koalisi dengan Netanyahu, dan Anda bertemu dengannya untuk keenam kalinya,” pungkas al-Shayji.


3. Negosiasi Jadi Kunci

Kebijakan Presiden AS Donald Trump tentang "tidak adanya bom nuklir Iran sepenuhnya dapat dinegosiasikan," kata Hassan Ahmadian, seorang profesor ilmu politik di Universitas Teheran, kepada Al Jazeera.

"Orang Iran mengatakan, kita dapat mencapai kesepakatan, kerangka kerja yang dapat menjamin program nuklir kita tidak akan bergeser ke arah... program militer," katanya dari Teheran.

4. Selalu Berpikir tentang Imbalan

Ahmadian mengatakan Iran sedang terlibat dalam pembicaraan untuk membahas "batasan pada program nuklir yang dapat memenuhi kekhawatiran yang muncul di Amerika Serikat, tetapi juga di tempat lain, di Eropa, di tempat lain, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi".

"Jika Presiden Trump hari ini berkomentar tentang kesepakatan nuklir tanpa isu lain yang diangkat, [itu] harus dianggap serius; saya pikir berpotensi ada kesepakatan antara keduanya, karena secara teknis jaminan dapat diberikan agar Iran tidak bergerak menuju persenjataan program nuklirnya," pungkasnya.

(ahm)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |