Mess Beltim Jakarta Akan Berubah Fungsi Jadi Rumah Singgah Pasien 

2 weeks ago 10

BELITUNG TIMUR – Mess Perwakilan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di kawasan Senen Jakarta akan berubah fungsi menjadi Rumah Singgah Pasien (RSP). Tempat ini nantinya akan menjadi rumah sementara, khusus bagi pasien ber-KTP Beltim yang sedang berobat di Ibu Kota. 

Perubahan fungsi dan status ini mulai diberlakukan pada Februari 2026. Di mana peresmian RSP akan dijadwalkan berlangsung 10 Februari 2026 atau awal Februari mendatang. 

Saat membuka Sosialisasi Operasional Rumah Singgah Pasien (RSP) di Jakarta di Ruang Rapat Bupati Beltim, Selasa (20/1/26), Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar mengatakan perubahan fungsi ini lantaran penataan layanan demi mewujudkan ketertiban, keadilan, dan kesetaraan akses bagi masyarakat Beltim. 

“Kalau statusnya masih Mess wajib ada kontribusi atau pemasukan bagi daerah. Nah kalah sudah jadi RSP tidak perlu karena operasional rutinnya akan dibiayai oleh pemerintah, ” jelas Khairil. 

 Untuk menunjang fungsinya secara maksimal, Pemkab Beltim juga akan menempatkan tiga tenaga medis. Para perawat ini nantinya akan turut mendampingi masyarakat Beltim yang sedang berobat. 

 “Nah karena sudah ada tenaga medis yang ikut membantu merawat pasien, kita menerapkan aturan keluarga yang mendampingi hanya satu orang. Mengingat keterbatasan jumlah kamar di sana, ” kata Khairil yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dianita Fitriani. 

 Ke depannya, masyarakat atau pasien yang akan menggunakan RSP wajib mengikuti mekanisme izin tinggal. Di mana calon pemakai wajib mendaftar ke Tim Pengelola di Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Umum Sekretariat Daerah atau menghubungi nomor 085936603873. 

Penertiban administrasi ini untuk efisiensi dan efektifitas penggunaan kamar di RSP. Di mana akibat pemakaian yang asal-asalan setiap bulannya rata-rata operasional Mess Beltim menghabiskan kurang lebih Rp10 juta lebih, baik dari tagihan listrik maupun PDAM.   

Selain itu pula, adanya keterbatasan jumlah kamar membuat kondisi Mess Beltim saat ini sering kelebihan kapasitas. Hal ini membuat rentan dengan penyebaran penyakit mengingat kondisi tempat yang tidak ideal untuk penyembuhan.

“Saat ini kita masih mengandalkan operasional dari APBD. Mudah-mudahan kita bisa mencari alternatif anggaran dari sumber lainnya, bisa donasi maupun sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat, ” ujar Khairil.

Sosialisasi Operasional RSP dihadiri oleh Asisten dan staf ahli Bupati Beltim, Pimpinan OPD terkait, Camat, Kepala UPT Puskesmas dan Kepala Desa se Kabupaten Beltim. Sosialisasi untuk menyampaikan ke masyarakat luas terkait perubahan fungsi dan aturan pemakaian RSP. (*/).

Read Entire Article
Masyarakat | | | |