MAKASSAR, SULSEL - Pengurus Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sapayuang Sulawesi Selatan (Sulsel) silaturahmi ke kediaman mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Jalan Haji Bau, Kota Makassar.Selasa (24/3/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi warga perantau Minang untuk mempererat tali silaturahmi di momentum Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum IKM Sapayuang, H.Akmal Musthafa, didampingi Dewan Pembina Kolonel Inf Indra Kurnia, Sekretaris Jenderal Genta Ramayadi, serta perwakilan ibu-ibu Bundo Kanduang.
JK bersama istri, Mufidah Jusuf Kalla, menyambut hangat rombongan pengurus IKM Sapayuang.
Dalam kesempatannya, pengurus menyerahkan proposal pembangunan Masjid Al-Hijra Minangkabau yang saat ini sedang dikerjakan di Moncongloe, Kabupaten Maros.
Sekretaris Jenderal IKM Sapayuang, Genta Ramayadi, mengatakan respon Jusuf Kalla sangat positif terhadap pembangunan masjid tersebut.
“Beliau sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang luar biasa. Kebetulan Pak JK juga bertindak sebagai pengarah dan penasihat dalam proposal pembangunan masjid tersebut, " ucapnya.
Selain dukungan moral, pihak keluarga Jusuf Kalla juga telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan dana.
Hal itu dilakukan guna mempercepat proses pembangunan, Masjid Al-Hijra Minangkabau yang direncanakan terdiri dari tiga lantai.
Pembangunan akan dilaksanakan di atas tanah wakaf seluas ±2.000 m⊃2, milik Ir H Mardius Kamaruddin Koto, yang
Lokasinya di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Sulsel.
Tanah wakaf ini telah diamanahkan
secara ikhlas kepada IKM Sapayuang, sebagai bentuk pengabdian dan komitmen untuk kemaslahatan umat.
Proses pembangunan telah dilakukan sejak Oktober 2025 dan saat ini telah mencapai tahap pengecoran pondasi serta lantai basement.
IKM Sapayuang menargetkan masjid ini dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Genta Ramayadi, juga berharap pembangunan masjid ini dapat menjadi pemersatu bagi warga Minang di perantauan serta bermanfaat bagi masyarakat Sulsel secara umum.
"Kami mohon doa restu dari seluruh keluarga besar Minang dan masyarakat sekitar agar proses pembangunan fisik masjid bisa berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan aman dari hambatan, " tandasnya.(Shanty)


















































