Nusakambangan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gladakan melaksanakan kegiatan pemasangan Gelang Vetlas kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menjalani program asimilasi kerja luar lapas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan terhadap WBP yang diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan kerja di luar lingkungan Lapas.
Proses pemasangan gelang monitoring tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Petugas melakukan pengecekan perangkat secara menyeluruh, memastikan gelang terpasang dengan baik, serta memberikan pemahaman kepada WBP terkait fungsi perangkat dan ketentuan yang harus dipatuhi selama mengikuti program asimilasi luar Lapas.
Gelang Vetlas merupakan alat identifikasi dan pemantauan yang memungkinkan petugas mengetahui status dan keberadaan WBP secara lebih cepat, akurat, dan terkontrol selama menjalani kegiatan di luar Lapas. Dengan adanya perangkat Vetlas Monitoring berbasis GPS ini, pergerakan WBP dapat terpantau secara sistematis sehingga kegiatan pembinaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.
Selanjutnya, petugas Lapas Gladakan akan melaksanakan monitoring secara intensif terhadap WBP yang melaksanakan kegiatan kerja di luar Lapas. Monitoring dilakukan secara berkala guna memastikan WBP tetap berada pada area yang telah ditentukan serta menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gladakan dalam keterangannya menyampaikan bahwa penggunaan gelang monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memastikan program pembinaan berjalan secara aman dan terkontrol.
“Kami memastikan setiap WBP yang menjalani program asimilasi luar Lapas tetap berada dalam pengawasan yang ketat. Pemasangan gelang Vetlas Monitoring (GPS) ini merupakan langkah penguatan pengawasan berbasis teknologi agar pelaksanaan kegiatan kerja luar Lapas dapat berjalan aman, tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku, ” ujarnya.
Melalui penerapan sistem monitoring berbasis teknologi ini, diharapkan pelaksanaan program asimilasi dapat berjalan lebih optimal serta mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.

5 days ago
4

















































