PURWOKERTO – Dalam upaya mewujudkan ketahanan ekonomi dan mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto bersinergi dengan Sentra Satria Baturraden menyalurkan bantuan sosial. Kegiatan penyerahan bantuan kepada 27 klien pemasyarakatan yang tersebar di empat kabupaten wilayah kerja Bapas Purwokerto ini berlangsung khidmat di Aula Bapas Purwokerto pada Kamis (23/7).
Bantuan yang diserahkan merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar yang sangat krusial bagi para klien dalam menjalani masa pembimbingan di tengah masyarakat. Setiap klien menerima paket bantuan berupa satu karung beras, paket sembako, serta perlengkapan kebersihan diri seperti sikat gigi dan pasta gigi. Langkah konkret ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran harian sekaligus menjadi stimulus kepedulian sosial bagi para mantan warga binaan agar dapat bangkit secara mandiri.
Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi proses kembalinya klien ke masyarakat. "Ketahanan ekonomi merupakan pondasi utama agar klien tidak kembali melakukan pelanggaran hukum (relandir). Kerja sama dengan Sentra Satria Baturaden ini menjadi bukti bahwa bimbingan pemasyarakatan bukan hanya tanggung jawab Bapas semata, melainkan butuh kepedulian bersama untuk memandirikan mereka, " ujar Nasirudin.
Wilayah kerja Bapas Purwokerto yang mencakup empat kabupaten—yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen—membuat dinamika pembimbingan semakin kompleks, terutama dari sisi kerentanan ekonomi klien. Oleh karena itu, penyaluran bantuan sosial ini diprioritaskan bagi klien yang telah terverifikasi membutuhkan dukungan finansial dan material, sehingga proses adaptasi sosial mereka di lingkungan tempat tinggal dapat berjalan tanpa hambatan ketimpangan ekonomi.
Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Muda Bapas Purwokerto, Apriyanto, menjelaskan bahwa pemberian bantuan kepada 27 klien ini telah melalui tahap asesmen dan pengawasan yang terukur. "Sebagai Pembimbing Kemasyarakatan, kami melihat langsung bahwa stabilitas ekonomi keluarga sangat mempengaruhi psikologi klien. Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar ini sangat membantu memperlancar program pembimbingan, sehingga mereka bisa lebih fokus mencari mata pencaharian yang halal dan produktif tanpa terbebani kebutuhan dapur yang mendesak, " jelas Apriyanto.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh salah satu penerima bantuan, Jaka, yang merupakan klien pemasyarakatan Bapas Purwokerto. Ia mengaku bantuan sembako dan kebutuhan dasar tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga di masa transisi untuk kembali bekerja dan diterimanya di masyarakat. "Saya sangat berterima kasih kepada Bapas Purwokerto dan Sentra Satria. Bantuan beras dan sembako ini sangat mengurangi beban hidup harian saya selagi saya berusaha merintis pekerjaan baru, " ungkap Jaka dengan haru.
Melalui distribusi bantuan sosial ini, Bapas Purwokerto berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Harapannya, ketahanan ekonomi klien yang terbentuk tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi landasan kokoh bagi mereka untuk menjadi warga negara yang seutuhnya mandiri, taat hukum, dan produktif bagi lingkungan sekitar.(Humas Bapas Purwokerto)

1 day ago
6
















































