Pernyataan Wabup Barru Soal Bantuan Puting Beliung Disorot: Dana Zakat Jangan Diklaim Jasa Birokrasi

1 month ago 35

BARRU - Penyaluran bantuan bagi korban angin puting beliung di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, pada Rabu (24/12/2025), menuai sorotan.

Pernyataan Wakil Bupati Barru, Abustan AB, dibeberapa media yang menegaskan bahwa bantuan tidak akan cair tanpa peran pemerintah, dinilai tidak etis dan cenderung bernada politis.

Dalam sambutannya, Abustan secara eksplisit menyatakan: "Bantuan ini adalah bantuan BAZNAS yang difasilitasi Pemerintah Daerah. Tidak akan turun bantuan kalau tidak melalui pemerintah."

Menanggapi hal tersebut, pengamat sosial menilai pernyataan tersebut kurang tepat disampaikan di depan warga yang sedang tertimpa musibah.

"Pejabat publik seharusnya menempatkan diri sebagai pelayan, bukan pahlawan. Mengatakan bantuan tidak akan turun tanpa pemerintah itu adalah bentuk arogansi birokrasi. Padahal, dana BAZNAS itu adalah dana umat, dana zakat masyarakat yang dikelola lembaga, bukan milik pribadi atau jabatan tertentu, " kata Pengamat.

Ia menambahkan, narasi seperti itu memberikan kesan bahwa hak rakyat adalah "hadiah" dari penguasa, yang secara sosiologis bisa mencederai ketulusan dalam penyaluran bantuan sosial.

Selain masalah retorika, efektivitas penanganan bencana juga dikritik. Bencana terjadi pada 13 Desember, namun bantuan baru diserahkan pada 24 Desember. Jeda waktu 11 hari dianggap terlalu lama untuk kategori bantuan darurat.

"Instruksi Wabup agar aparat tidak lengah justru tampak kontradiktif dengan realita di lapangan. Jika memang pemerintah sigap dan memfasilitasi dengan baik, mengapa butuh waktu hampir dua minggu hanya untuk menyalurkan dana bantuan ke 10 rumah?" ujar Pengamat.

Adapun total bantuan yang diserahkan adalah Rp 23 juta yang dibagi kepada 10 KK di Dusun Cenrapole dan Dusun Pancana. 

Nominal yang diterima setiap warga berbeda-beda, tergantung dari tingkat kerusakan rumah yang dialami.

Masyarakat kini berharap, ke depannya Pemerintah Kabupaten Barru bisa lebih fokus pada percepatan distribusi bantuan tanpa harus menonjolkan ego birokrasi di atas penderitaan warga yang membutuhkan.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |