Serang — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0602/Serang resmi ditutup di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (11/3/2026).
Program tersebut mencakup sejumlah pembangunan fisik seperti pembukaan jalan, pengerasan jalan, pembuatan tembok penahan tanah (TPT), sumur bor, hingga pembangunan rumah tidak layak huni dan jamban.

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, yang hadir dalam penutupan kegiatan mengatakan program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Bagi internal TNI, kegiatan ini memperkuat jati diri bahwa TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, ” ujarnya.

Ia menjelaskan selama pelaksanaan TMMD para prajurit tinggal di rumah warga dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, menciptakan kedekatan serta ruang untuk saling berbagi pengalaman dan pemikiran antara TNI dan warga.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan di desa akan berdampak pada peningkatan aktivitas masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah tersebut. Selain itu, pembangunan rumah bagi warga juga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sehingga mereka bisa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, bimbingan teknis, serta sosialisasi kepada masyarakat. Materi yang diberikan antara lain penyuluhan kesehatan, program keluarga berencana, pencegahan penyakit seperti demam berdarah, wawasan kebangsaan, hingga pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“UMKM ini penting untuk memicu masyarakat agar mampu mandiri dan berproduksi dari wilayahnya sendiri, ” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat memelihara seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program TMMD. Selain itu, warga juga diharapkan mampu menerapkan berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Program TMMD sendiri merupakan kegiatan operasi bakti TNI yang telah dilaksanakan selama puluhan tahun dan kini memasuki pelaksanaan ke-127.
Program tersebut dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak program serupa melalui kegiatan karya bakti yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan masyarakat.
“Jika program TMMD terbatas karena setiap kodim tidak selalu mendapatkannya setiap tahun, pemerintah daerah bisa membuat program karya bakti dengan konsep yang sama untuk membantu pembangunan masyarakat, ” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Serang, Syamsuddin, menilai pelaksanaan program TMMD di wilayah Kabupaten Serang berjalan sangat berhasil, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik yang langsung menyentuh masyarakat.
Syamsuddin mengatakan dirinya bersama rombongan sempat meninjau langsung sejumlah lokasi kegiatan TMMD dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai capaian pekerjaan yang dilakukan melalui program TMMD sangat signifikan.
Menurutnya, jika pembangunan tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor swasta, hasilnya belum tentu dapat sejauh yang dicapai melalui program TMMD.
“Kalau dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga, belum tentu bisa sejauh ini hasilnya, ” kata Syamsuddin.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga dari program nonfisik yang dijalankan bersamaan dengan kegiatan tersebut.
Program nonfisik itu, kata dia, biasanya tidak tersentuh jika pembangunan hanya dilakukan oleh pihak swasta.
“Di samping kegiatan fisik, ada juga kegiatan nonfisik. Ini yang biasanya tidak pernah disentuh oleh pihak ketiga ketika melaksanakan proyek pembangunan, ” ujarnya.
Syamsuddin menilai pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip bahwa TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Melalui kegiatan TMMD, kedekatan antara aparat dengan masyarakat dapat terbangun sehingga memperkuat hubungan sosial sekaligus mendukung program pembangunan ke depan.
Ia juga menyampaikan bahwa gagasan untuk melanjutkan pola kegiatan seperti TMMD telah disampaikan oleh Korem 064/Maulana Yusuf agar pemerintah daerah mempertimbangkan program serupa di masa mendatang.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk program kerja bakti yang tetap melibatkan unsur TNI dan kepolisian.
“Ke depan disarankan ada kerja bakti. Jadi bukan lagi TMMD namanya, tetapi kerja bakti yang tetap melibatkan unsur TNI dan Polri untuk melakukan kegiatan di masyarakat, ” kata Syamsuddin.
Usulan tersebut, lanjutnya, akan disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan untuk program pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

9 hours ago
1

















































