Respons Tokoh Oposisi Soal Pergantian Kapolri, Habiburokhman: Salah Kaprah

10 hours ago 8

loading...

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengungkapkan, pernyataan tokoh oposisi kepada Presiden Prabowo Subianto jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengungkapkan, pernyataan tokoh oposisi kepada Presiden Prabowo Subianto jika reformasiPolri baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah. Menurutnya, cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional mereka datang dengan usul terkait personal.

Habiburokhman mengatakan, reformasi di bidang apapun tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Terlebih Kapolri Listiyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri. "Usulan mereka terasa sangat tendensius, subjektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," katanya, Jumat (6/2/2026). Baca juga: Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Said Didu: Diskusi Reformasi Polri hingga BoP Gaza

Data di Komisi III DPR menunjukkan sejak Sigit memimpin di 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya. "Polri juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat," tandasnya.

Yang jelas kata dia, pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional Presiden yang seharusnya tidak diintervensi oleh tokoh- tokoh oposisi tersebut. Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita.

"Saya paham sekali karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal ketika membahas hal yang bersifat institusional. Selain itu beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekat, kita dukung reformasi Polri secara kultural," tuturnya.

(poe)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |