Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa

10 hours ago 5

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) berakhir melemah cukup dalam pada perdagangan, Rabu (1/7/2026) atau turun 45 poin yang setara 0,25% ke level Rp17.952. Foto/Dok

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) berakhir melemah cukup dalam pada perdagangan, Rabu (1/7/2026) atau turun 45 poin yang setara 0,25% ke level Rp17.952 per dolar AS. Tren kejatuhan mata uang rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana hari ini bertengger pada posisi Rp17.961 atau melemah makin dalam dari sesi sebelumnya Rp17.899 per USD.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni ketidakpastian atas kemajuan negosiasi perdamaian AS-Iran mempertahankan premi risiko geopolitik di pasar, bahkan ketika produksi minyak mentah AS yang mencapai rekor tertinggi menggarisbawahi peningkatan pasokan global.

“Para pedagang tetap fokus pada perkembangan di Doha setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan utusan senior AS yang telah melakukan perjalanan ke wilayah tersebut, dan malah mengatakan bahwa setiap diskusi akan dilakukan melalui mediator di tingkat teknis,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya

Pergeseran ini mengaburkan prospek kesepakatan cepat untuk mengubah gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu menjadi kesepakatan perdamaian yang langgeng.

Pemulihan ini terjadi setelah penurunan tajam harga minyak mentah pasca konflik Iran. Harga Brent anjlok sekitar 38% selama kuartal kedua setelah melonjak sekitar 94 persen pada kuartal pertama, menandai penurunan kuartalan tercuram sejak penurunan rekor 66% pada kuartal pertama tahun 2020.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |