Rusia Ancam Serang Inggris, Akankah NATO Hidupkan Pasal 5?

6 hours ago 6

loading...

Rusia ancam serang Inggris karena bantu Ukraina serang Moskow. Foto/X/@LoveSongs4Peace

MOSKOW - Rusia memperingatkan Inggris bahwa negara itu bisa menghadapi "konsekuensi" karena memasok drone ke Ukraina yang digunakan dalam serangan jarak jauh di wilayah Rusia.

"Tindakan London tak terelakkan akan membawa konsekuensi yang harus mereka pertanggungjawabkan," kata kedutaan besar Rusia di London dalam sebuah pernyataan pada hari Senin. "Semakin dalam keterlibatannya dalam konflik dan semakin besar dukungannya terhadap mesin teroris Kiev, semakin tinggi harga yang harus dibayar."

"London secara sengaja memilih untuk meningkatkan eskalasi krisis Ukraina, sembari secara munafik menyatakan keinginan untuk perdamaian," tulis kedutaan tersebut di Telegram.

"Dengan melakukan hal itu, Inggris bertindak sebagai kaki tangan dan pelaku bersama dalam kejahatan berdarah serta serangan teroris."

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrei Fedorov, mengatakan kepada BBC pada hari Selasa bahwa "konsekuensi" tersebut bisa mencakup kemungkinan serangan. Ia mengatakan banyak pakar militer yang menjadi penasihat Kremlin yakin bahwa NATO tidak akan memberikan respons keras jika Rusia menyerang Inggris. "Trump tidak akan membiarkan NATO membalas," ujarnya.

Ancaman ini muncul menyusul laporan bahwa Ukraina telah menggunakan drone jarak jauh untuk menghantam target-target penting Rusia, termasuk kilang minyak dan fasilitas logistik. Drone buatan dua perusahaan Inggris telah digunakan dalam sejumlah serangan tersebut, menurut temuan investigasi oleh surat kabar *The Times* di Inggris.

Pada Senin malam hingga Selasa dini hari, wali kota Moskow menyatakan bahwa Ukraina telah meluncurkan setidaknya 637 drone ke arah ibu kota Rusia; 197 di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Kementerian Pertahanan Inggris belum mengonfirmasi bahwa drone buatan mereka telah digunakan untuk menyerang wilayah Rusia. Sejak dimulainya perang Rusia melawan Ukraina pada tahun 2022, Moskow telah berulang kali memperingatkan London dan sekutu Barat Ukraina lainnya bahwa penyediaan persenjataan jarak jauh akan dianggap sebagai tindakan eskalasi.

Namun, setelah adanya peringatan dari kedutaan besar Rusia pada hari Senin, Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa pemerintah Inggris akan terus mendukung Ukraina "100 persen".

"Ini adalah langkah Inggris untuk mewujudkan apa yang telah lama mereka janjikan, yaitu mendukung Ukraina 100 persen dalam menghadapi perang ilegal yang dipimpin oleh [Presiden Rusia] Vladimir Putin," ujar Burnham.

"Kami memberikan dukungan agar Ukraina dapat mempertahankan diri; itulah sikap Inggris sepanjang konflik ini, baik di bawah perdana menteri sebelumnya maupun saat ini di bawah kepemimpinan saya. Kami bukanlah teman yang hanya ada saat situasi sedang baik-baik saja." Berikut adalah ulasan mengenai alasan Rusia mengeluarkan peringatan ini kepada Inggris saat ini, serta apakah terdapat risiko konfrontasi yang lebih luas:

Pada bulan April, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan paket drone terbesar yang pernah ada untuk Ukraina, seiring dimulainya pengiriman setidaknya 120.000 drone. Paket tersebut mencakup "ribuan drone serang jarak jauh, drone intelijen dan pengintaian, drone logistik, serta kemampuan maritim," demikian pernyataan kementerian tersebut.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |