Stok Rudal Pencegat AS Menipis, Ini Taktik Perang yang Diterapkan Iran

3 hours ago 1

loading...

Stok rudal pencegat AS menipis, ini taktik perang yang diterapkan Iran. Foto/X

TEHERAN - Menurut sebuah laporan, Iran telah dengan cepat menyesuaikan taktik rudal dan drone-nya selama agresi AS baru-baru ini, yang semakin menantang pertahanan udara AS di seluruh Asia Barat di tengah tekanan yang meningkat terhadap stok rudal pencegat Patriot milik Washington.

The New York Times melaporkan pada hari Selasa bahwa selama lima hari serangan intensif bulan lalu, Iran meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menyasar pasukan AS di tiga pangkalan di Yordania. Serangan-serangan tersebut dirancang untuk membuat pertahanan udara Amerika kewalahan, termasuk dengan menggunakan rudal yang mampu mengubah arah secara tak terduga.

Pada 17 Juli, sebuah rudal Iran menembus pertahanan tersebut dan menghantam unit hunian prefabrikasi di pangkalan AS, menewaskan tiga tentara Amerika dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Pejabat Pentagon juga mengakui adanya tambahan korban luka di kalangan pasukan serta kerusakan pada beberapa pesawat selama serangan di Yordania pada minggu tersebut.

"Kami menembak jatuh hampir semua rudal itu," klaim Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio setelah serangan mematikan tersebut. "Satu yang lolos."

Serangan-serangan ini menyoroti dua perkembangan utama dalam agresi AS: meningkatnya kemampuan Iran untuk menyesuaikan taktik dan memanfaatkan kelemahan pertahanan udara AS, serta cepatnya penipisan stok rudal pencegat Amerika.

Mengutip dua sumber yang mengetahui informasi mengenai tingkat persediaan AS, The New York Times menyebutkan bahwa Pentagon telah menggunakan lebih dari 1.500 rudal pencegat Patriot selama perang berlangsung dan kini memiliki sisa kurang dari 1.700 unit. Amerika Serikat memproduksi sekitar 600 rudal pencegat Patriot sepanjang tahun 2025.

Menurut pejabat AS, pada satu hari selama minggu serangan mematikan di Yordania tersebut, pasukan AS menembakkan sekitar 50 rudal pencegat Patriot, yang masing-masing berharga sekitar 4 juta dolar AS.

Taktik Iran semakin banyak mengambil pelajaran dari konflik lain, khususnya perang di Ukraina, di mana Rusia menggunakan kombinasi rudal balistik dan jelajah yang diikuti oleh serangan drone untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |