loading...
Bandara Internasional Dhoho di Kediri berpotensi menjadi poros baru keberangkatan jemaah umrah Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur. Foto/istimewa
KEDIRI - Kehadiran Bandara Internasional Dhoho di Kediri berpotensi menjadi poros baru keberangkatan jemaah umrah Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur. Tidak hanya itu, keberadaan Bandara Dhoho juga menjadi pintu gerbang internasional di wilayah selatan Jawa Timur.
Bandara ini tidak hanya menghadirkan akses yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah lingkar Wilis meliputi Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Trenggalek tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam membangun sistem perjalanan umrah yang lebih terdesentralisasi dan inklusif.
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) jumlah jamaah umrah Indonesia telah menyentuh 1,5 juta jemaah per tahun. Jawa Timur merupakan salah satu kontributor utama, dengan permintaan yang terus tumbuh dari berbagai daerah, termasuk wilayah selatan yang selama ini belum memiliki akses langsung ke penerbangan internasional.
Baca juga: Tambah 3 Bandara Baru, AP I Optimistis Kelola 18 Bandar Udara Tahun Depan
Marketing Communication Manager dari Dhoho International Airport Poppy Finalia menjelaskan, selama ini sebagian besar jemaah umrah dari Jawa Timur masih bergantung pada bandara besar seperti Surabaya sehingga perjalanan ibadah memakan rute darat yang panjang dan melelahkan. Dengan adanya Bandara Dhoho perjalanan ibadah menjadi lebih dekat dan nyaman.
“Selain itu, pengalaman keberangkatan yang lebih dekat dengan domisili juga memberikan rasa tenang dan nyaman, baik bagi jemaah maupun keluarga yang mengantar,” kata Poppy, Sabtu (9/5/2026).
Lihat video: Jelang Lebaran, Bandara Dhoho Kediri Resmi Beroperasi Hari Ini
Pengembangan layanan umrah dari Kediri juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Dhoho International Airport untuk tumbuh sebagai gerbang internasional baru di wilayah selatan Jawa Timur. Bandara ini diproyeksikan tidak hanya melayani perjalanan umrah, tetapi juga membuka peluang rute internasional lainnya.
“Kami melihat adanya demand yang besar dari wilayah Kediri dan lingkar Wilis, sehingga Bandara Dhoho hadir untuk memberikan alternatif yang lebih dekat, efisien, dan nyaman bagi calon jemaah umrah,” jelas Poppy.

















































