Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS

14 hours ago 9

loading...

Sejumlah bank sentral global terungkap terus borong emas sebagai upaya diversifikasi terhadap ketergantungan dolar Amerika Serikat (USD) yang memiliki volatilitas tinggi. Foto/Dok

JAKARTA - Sejumlah bank sentral global terungkap terus borong emas sebagai upaya diversifikasi terhadap ketergantungan dolar Amerika Serikat (USD) yang memiliki volatilitas tinggi pasca ketegangan di Ttimur tengah. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, hasil survei World Gold Council (WGC) menunjukkan sekitar 45% bank sentral di dunia berencana terus menambah cadangan emas mereka.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Baca Juga: Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar

"Tujuan utama dari bank sentral global memborong logam mulia ini adalah untuk mendiversifikasi aset ya. Di sini menghindari ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dan sebagai aset aman yang kinerjanya itu terbukti ya pada saat krisis ekonomi harga inflasi tinggi harga emas itu adalah di atas harga inflasi," ujar Ibrahim dalam pernyataan resmi, Minggu (12/7/2026).

Ia menjabarkan, bank sentral China misalnya disebut membeli sekitar 15 ton emas pada bulan Juni 2026, yang diklaim menjadi rekor pembelian bulanan tertinggi sepanjang 2026. Sementara itu, bank sentral Polandia dilaporkan telah menambah cadangan emas hingga 82 ton selama semester pertama tahun ini.

Di sisi lain, Ibrahim menyebut cadangan emas Rusia disebut mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan pembiayaan di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ukraina, meski klaim tersebut belum disertai data resmi.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |