Minggu, 12 Juli 2026 - 16:35 WIB
Harga minyak mentah dunia berpotensi kembali melesat naik pada perdagangan sepekan ke depan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Foto/Dok
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia berpotensi kembali melesat naikpada perdagangan sepekan ke depan seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah . Terutama setelah adanya informasi mengenai penutupan Selat Hormuz pada hari Minggu (12/7/2026).
Menurut Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan, secara teknikal minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan bergerak pada kisaran level support USD62,30 per barel hingga resistance USD82,20 per barel. Meski masih berpeluang mengalami koreksi, harga minyak diperkirakan berpotensi menguat tajam apabila sentimen geopolitik terus memburuk.
"WTI Crude Oil sendiri dalam sepekan kemungkinan diperdagangkan di support 62,30 kemudian resistance 82,20. Jadi ada kemungkinan besar turun tapi akan menguat tajam," ujar Ibrahim dalam pernyataan resminya, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Ia menjelaskan, faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak berasal dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Menurutnya, penutupan Selat Hormuz akan mengganggu distribusi minyak global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi terpenting di dunia.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis
Israel Balas Serang Iran, Harga Emas dan Minyak Dunia Meroket


















































