Sentani – Kepedulian terhadap keselamatan warga dan kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan aparat kewilayahan TNI Angkatan Darat. Dua anggota Babinsa Koramil 1701-12/Demta, Kodim 1701/Jayapura, yakni Serma Keliopas Abrauw dan Sertu Agha Hastari, bahu-membahu bersama warga Kampung Bukisi, Distrik Demta, membangun talut sementara untuk menahan laju abrasi yang semakin mengancam bibir pantai setempat. Karya bakti ini dilaksanakan penuh semangat sejak pagi hari, Jumat (19/6/2026).
Langkah antisipatif ini diambil menyusul kondisi pengikisan tanah yang kian mengkhawatirkan akibat hempasan ombak laut yang terus-menerus. Talut sementara disusun secara rapi menggunakan karung-karung berisi pasir pantai, yang ditempatkan secara strategis di titik-titik paling rawan longsor. Berfungsi sebagai benteng penahan darurat, struktur ini diharapkan mampu memperlambat laju erosi sekaligus melindungi permukiman penduduk dan lahan pertanian dari kerusakan yang lebih parah.
Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Babinsa dan warga bekerja saling bantu tanpa membedakan peran, bahu-membahu mengangkat dan menyusun karung pasir. Semangat gotong royong yang tetap terjaga ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjadi bukti nyata kokohnya kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman kerusakan lingkungan.
Selain menjadi solusi darurat demi menjaga keamanan lingkungan, kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Babinsa untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan umum. Diharapkan kebersamaan seperti ini makin mempererat tali silaturahmi serta memupuk rasa kepedulian sosial antarwarga.
Serma Keliopas Abrauw menegaskan bahwa keberadaan TNI adalah untuk melayani dan melindungi sepenuhnya kepentingan rakyat.
“Ini merupakan langkah awal untuk meminimalkan dampak buruk abrasi yang terus mengancam wilayah pesisir kami. Kami berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus terjaga selamanya. Dengan bergandengan tangan erat, saya yakin setiap tantangan di wilayah ini pasti dapat kita hadapi dan selesaikan demi terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan lestari bagi kita semua, ” ujarnya.
Sementara itu, tetua adat Kampung Bukisi, Martinus Yerisitouw, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian dan tindakan nyata yang ditunjukkan para Babinsa. Ia pun berharap perhatian serupa juga segera datang dari pemerintah guna penanganan yang lebih berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang peduli dan turun langsung membantu kami. Besar harapan kami agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk pembangunan talut permanen, agar perlindungan terhadap pantai dan tempat tinggal kami menjadi lebih kuat dan tahan lama, ” harapnya.
Melalui sinergi yang terjalin erat ini, talut sementara yang telah dibangun diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal selama masa transisi, sambil menunggu realisasi penanganan yang lebih permanen. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan hari ini menjadi modal berharga agar Kampung Bukisi tetap terjaga keamanannya dan lestari keindahannya untuk dinikmati oleh generasi mendatang. (Redaksi Papua)

3 hours ago
1

















































