Tasikmalaya – Ada pemandangan yang tak kalah berharga dari deretan batu yang mulai tersusun menjadi Tembok Penahan Tanah (TPT) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya. Setelah peluh membasahi seragam dan pakaian kerja, personel Satgas TMMD bersama warga memilih duduk melingkar menikmati makan siang sederhana. Di sela suapan nasi, terdengar tawa, canda, dan cerita yang menghapus sekat antara prajurit dan masyarakat (19/7/2026).
Momen tersebut berlangsung usai pelaksanaan gotong royong pembangunan TPT di Desa Parungponteng. Tanpa memandang pangkat maupun profesi, seluruh peserta beristirahat bersama dalam suasana penuh kehangatan. Kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui adukan semen dan susunan batu, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia yang semakin erat.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya mengatakan, kebersamaan yang tercipta dalam setiap aktivitas merupakan kekuatan utama dari program TMMD. Menurutnya, interaksi sederhana seperti makan bersama mampu memperkuat komunikasi, menumbuhkan rasa saling percaya, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional. Dari kebersamaan inilah lahir semangat gotong royong yang menjadi fondasi dalam membangun desa, " ujarnya.
Bagi warga, kehadiran personel Satgas TMMD memberikan pengalaman yang berkesan. Mereka merasakan bahwa prajurit TNI tidak hanya datang untuk membangun infrastruktur, tetapi juga hadir sebagai sahabat yang mau bekerja, beristirahat, dan berbagi kebersamaan dengan masyarakat.
Suasana makan bersama yang sederhana tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan TMMD tidak semata diukur dari rampungnya sasaran pembangunan. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari tumbuhnya rasa persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas yang terus menguat antara TNI dan masyarakat selama program berlangsung.
Kesimpulan: Di balik setiap pembangunan fisik TMMD ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya, terdapat nilai kemanusiaan yang terus dipupuk. Kebersamaan dalam momen sederhana seperti makan siang bersama menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, harmonis, dan bermanfaat bagi masyarakat.










































