SUKABUMI — Arus lalu lintas pada H+1 Lebaran 1447 Hijriah di ruas Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Pos Operasi Ketupat Lodaya 2026 TMC Polres Sukabumi, mengalami lonjakan signifikan pada Minggu (22/3/2026). Kepadatan didominasi kendaraan yang keluar dari gate exit Tol Parungkuda.
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, menyampaikan bahwa secara umum kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi masih dalam kategori aman dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup tinggi.
“Situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi aman terkendali, tetap roda berputar walaupun tersendat. Hal ini disebabkan karena intensitas kendaraan meningkat cukup drastis, bahkan melebihi puncak arus mudik, ” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang melintas melalui jalur tol fungsional hingga penutupan pukul 12.30 WIB tercatat sebanyak 3.871 unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui gate exit Tol Parungkuda hingga pukul 15.00 WIB mencapai 7.300 unit.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari. “Hingga penutupan hari ini pukul 24.00 WIB, jumlah kendaraan diprediksi bisa mencapai 15.000 unit, ” kata Samian.
Untuk mengurai kepadatan, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik. Rekayasa ini diberlakukan dari Simpang Ratu menuju exit Tol Parungkuda guna memperlancar arus kendaraan yang mengarah ke Cibadak.
Menurutnya, kebijakan tersebut cukup efektif dalam mengurangi kepadatan serta membantu memperlancar arus kendaraan dari arah Cisaat menuju Cibadak dan Parungkuda.
Ia juga menjelaskan, difungsikannya Tol Bocimi Seksi 3 selama arus mudik dan balik turut membantu mengurangi beban kendaraan di jalur arteri. Namun, karena jalur tersebut bersifat sementara dan ditutup pada pukul 12.30 WIB, arus kendaraan kembali menumpuk di exit Tol Parungkuda setelah penutupan.
“Terjadi bottle neck setelah keluar dari exit tol. Kendaraan masuk ke jalur arteri yang menyempit dari tiga lajur menjadi satu lajur di jembatan Parungkuda yang masih dalam proses pembangunan, ” jelasnya.
Kondisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan yang tersedia. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas tetap bergerak dan tidak mengalami kemacetan total.
Kapolres pun mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk tetap berhati-hati serta memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan.
“Perhatikan rekayasa lalu lintas, termasuk jalur alternatif seperti Puncak dan situasi jalan di Sukabumi, agar tidak terjebak kemacetan, ” imbaunya.

5 hours ago
6

















































