Keerom – Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat adat kembali diwujudkan melalui dimulainya Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan Program Cetak Sawah Rakyat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan syukuran dan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap hak ulayat dan kearifan lokal sebelum dimulainya kegiatan di lapangan, Jumat (19/6/2026).
Mewakili Dandim 1701/Jayapura, Danramil 1701-06/Senggi Kapten Inf Ajang Ahdiyat mendampingi Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., M.UP., beserta jajaran pemerintah daerah dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di lokasi lahan program. Turut hadir unsur DPRD Kabupaten Keerom, tokoh adat, tokoh agama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparat Distrik Senggi, serta masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian dukungan dari tokoh adat Matias Mangu yang menegaskan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat merupakan harapan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Ia memastikan masyarakat adat siap mendukung seluruh tahapan pelaksanaan program serta menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Keerom Yahya Sauri mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program CSR. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga berbagai program sosial yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) lahan tiga perusahaan, yakni PT Bio Budidaya Nabati, PT Semarak Agri Lestari, dan PT Semarak Darma Timber kepada masyarakat adat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual adat memasuki lokasi lahan sebagai simbol restu adat sekaligus komitmen bersama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.
Dalam sambutannya, Bupati Keerom Piter Gusbager menegaskan bahwa seluruh tahapan syukuran dan ritual adat merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya serta hak-hak masyarakat adat yang menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan di Kabupaten Keerom.
Ia berharap, setelah seluruh proses adat diselesaikan, tidak ada lagi pihak yang menghambat pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat sehingga program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Keerom dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian kesempatan kepada generasi muda Distrik Senggi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pulau Jawa. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada para pemilik hak ulayat dan warga setempat.
Sementara itu, Danramil 1701-06/Senggi Kapten Inf Ajang Ahdiyat menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
"TNI AD, khususnya Kodim 1701/Jayapura melalui Koramil 1701-06/Senggi, siap mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjaga sehingga pelaksanaan Program CSR dan Cetak Sawah Rakyat dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran TNI merupakan wujud komitmen untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Distrik Senggi, " tegas Kapten Inf Ajang Ahdiyat.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan, Program CSR dan Cetak Sawah Rakyat di Distrik Senggi diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. (Redaksi Papua)

4 hours ago
2

















































