loading...
Apabila seseorang merasa khawatir atau melihat sesuatu yang tidak disukai, Rasulullah mengajarkan doa berikut: Allaahumma laa yatii bil-hasanaati illaa anta wa laa yadfaus-sayyiaati illaa anta wa laa haula wa laa quwwata illaa bika. Foto ilustrasi/ist
Seseorang yang merasa dirinya menjadi penyebab datangnya keburukan atau kesialan hendaknya segera meluruskan keyakinannya, memperbanyak istighfar, dan bertobat kepada Allah, serta doa memohon perlindungan Allah SWT.
Seorang Muslim harus yakin bahwa segala yang terjadi merupakan takdir Allah yang mengandung hikmah, meskipun terkadang belum dapat dipahami.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengajarkan agar seorang Muslim mengucapkan:
"Qadarullahu wa maa syaa'a fa'ala."
Artinya: "Ini adalah ketetapan Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi." (HR Muslim).
Baca juga: Berpikir Sial Ternyata Sangat Berbahaya, Begini Penjelasannya
Apabila seseorang merasa khawatir atau melihat sesuatu yang tidak disukai, Rasulullah mengajarkan doa berikut:
"Allaahumma laa ya'tii bil-hasanaati illaa anta wa laa yadfa'us-sayyi'aati illaa anta wa laa haula wa laa quwwata illaa bika."
Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang mampu mendatangkan kebaikan selain Engkau. Tidak ada yang mampu menolak keburukan selain Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu." (HR Abu Dawud).
Keyakinan bahwa ada manusia, angka, hari, atau benda yang membawa kesialan bertentangan dengan prinsip tauhid. Seorang Muslim diperintahkan untuk menggantungkan seluruh harapan dan rasa takut hanya kepada Allah, sebab Dialah satu-satunya Dzat yang mengatur seluruh takdir kehidupan manusia.
Baca juga: Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?
(wid)


















































