MAKASSAR — Minggu, 23 Agustus 2026, menjadi hari yang penuh kegembiraan bagi keluarga besar Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT). Di tengah suasana santai kawasan wisata Pantai Biru Makassar, puluhan diaspora asal Kabupaten Luwu Timur berkumpul dalam kegiatan Family Gathering Dua Dekade KKLT.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita itu menjadi salah satu rangkaian peringatan 20 tahun perjalanan KKLT sebagai wadah pemersatu masyarakat Luwu Timur yang berdomisili di Kota Makassar dan sekitarnya.
Pagi yang cerah di tepi pantai semakin hangat dengan suasana kekeluargaan. Aneka panganan tradisional turut menghiasi kebersamaan para peserta yang datang bersama keluarga masing-masing.
Sebelum memasuki acara seremonial, suasana terlebih dahulu dihangatkan dengan senam bersama dan joget khas warga diaspora KKLT. Tawa dan keceriaan mengiringi pertemuan keluarga besar yang selama ini dipersatukan oleh ikatan kedaerahan dan kecintaan terhadap Bumi Batara Guru.

Acara kemudian secara resmi dimulai dengan laporan Ketua Panitia Dua Dekade KKLT, Teddy Hendratno.
Selanjutnya, Ketua pertama KKLT, Prof. drg. Mansjur Nasir, Ph.D, turut memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Kurnia Jaya Persada (UKJP) Palopo tersebut menyampaikan harapannya agar KKLT terus berkembang dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Luwu Timur yang berada di perantauan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang saat ini melanjutkan perjalanan organisasi.
“Terima kasih kepada adinda dr. Rahman yang sudah berkenan melanjutkan kepengurusan di KKLT. Saya akui, saat menjadi ketua tidak banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan selain kegiatan rutin tahunan. Semoga KKLT saat ini dan ke depan bisa lebih baik lagi, ” ujar Prof. Mansjur.
Ketua Umum KKLT, Dr. dr. Abdul Rahman Rauf, Sp.OG(K), kemudian tampil memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Family Gathering.

Menurutnya, pertemuan semacam ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpengurus, anggota, serta seluruh keluarga besar KKLT.
Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun dalam Family Gathering dapat menjadi energi baru bagi pengembangan organisasi ke depan.
“Mari kita jadikan kegiatan Family Gathering ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan silaturahmi kita, sekaligus mengumpulkan energi besar untuk pengembangan organisasi KKLT di masa mendatang, ” harapnya.
Usai rangkaian pembukaan, suasana semakin meriah dengan berbagai permainan dan aktivitas hiburan yang mengundang gelak tawa peserta. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah doorprize bagi peserta yang beruntung.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan senior KKLT, di antaranya Ir. Abdul Azis Said, Ir. Rahmansyah, H. Najib Kasim, H. Isrullah Achmad bersama istri, serta Ketua Dewan Pakar KKLR, Prof. Jasruddin, bersama sejumlah pengurus dan anggota keluarga besar KKLT lainnya.
Acara berlangsung penuh keakraban hingga menjelang waktu Zuhur. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penanda kebersamaan keluarga besar diaspora Luwu Timur dalam peringatan dua dekade KKLT.
Rangkaian Dua Dekade KKLT
Family Gathering merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dua Dekade KKLT. Sebelumnya, organisasi ini telah menggelar Dialog Internal pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Dawai Cafe, Tamalanrea, Makassar.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus upaya memperkuat peran KKLT di tengah masyarakat perantauan.

Untuk diketahui, Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) merupakan wadah organisasi diaspora masyarakat asal Kabupaten Luwu Timur yang berdomisili di Kota Makassar dan sekitarnya. Organisasi ini didirikan pada 9 Juni 2008.
KKLT dibangun untuk mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar masyarakat Bumi Batara Guru, baik mereka yang lahir dan berasal dari Luwu Timur maupun yang memiliki ikatan kekeluargaan dan kultural dengan daerah tersebut.
Lebih dari sekadar wadah silaturahmi, KKLT juga diharapkan menjadi forum komunikasi, pembelajaran, dan regenerasi. Melalui organisasi ini, generasi muda diaspora Luwu Timur diharapkan dapat mengenal sejarah dan identitas daerahnya, memperkuat persatuan, serta ikut berkontribusi mengawal pembangunan di Kabupaten Luwu Timur.

Memasuki usia dua dekade, KKLT kini dihadapkan pada tantangan untuk terus memperkuat kebersamaan sekaligus memperluas kontribusinya. Family Gathering di Pantai Biru pun menjadi simbol sederhana bahwa di tengah kesibukan kehidupan di perantauan, ikatan sebagai keluarga besar Luwu Timur tetap dapat dipelihara.
Dua puluh tahun telah berlalu sejak KKLT didirikan. Namun, semangat untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun kontribusi bagi Bumi Batara Guru masih menjadi alasan utama organisasi diaspora ini terus melangkah. (*)















































