S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat

15 hours ago 5

loading...

S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB. FOTO/Dreamstime

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi nasional masih kuat dan tetap mendapat kepercayaan dari investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

"Afirmasi rating Indonesia oleh S&P Global Ratings menjadi sinyal penting bagi perekonomian dan pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan fiskal, volatilitas nilai tukar, dan dinamika global yang tidak ringan, keputusan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga," ujar Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia David Sutyanto dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2

Menurut David, keputusan S&P tidak hanya mempertahankan status investment grade, tetapi juga mencerminkan keyakinan pasar terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal. Prospek stabil tersebut ditopang oleh ekspektasi pemulihan penerimaan negara, membaiknya ekspor seiring kenaikan harga komoditas, serta komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ia menilai afirmasi tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar modal karena membantu menjaga persepsi risiko Indonesia di mata investor internasional. Meski demikian, kepercayaan tersebut harus terus dijaga melalui komunikasi kebijakan yang jelas, disiplin fiskal yang kredibel, serta konsistensi dalam pelaksanaan berbagai kebijakan ekonomi.

"Indonesia masih dipercaya, tetapi kepercayaan itu harus terus dibuktikan. Pasar modal masih memiliki prospek, tetapi prospek itu harus diperkuat dengan kepastian kebijakan dan kualitas komunikasi yang lebih baik," kata David.

Senada dengan itu, Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai laporan S&P juga menunjukkan optimisme terhadap reformasi fiskal yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk melalui pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, DSI berpotensi menjadi sumber baru penerimaan negara sekaligus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor eksternal melalui pengelolaan ekspor komoditas yang lebih optimal.

Read Entire Article
Masyarakat | | | |