Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26

14 hours ago 7

loading...

Dalam Surat Al Maidah ayat 26 diceritakan kisah Bani Israil diharamkan memasuki wilayah Palestina, penyebabnya tidak lain karena kedurhakaan dan sifat keras kepala mereka terhadap Nabi Musa. Foto ilustrasi/ist

Ternyata, Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Tanah Palestina diharamkan untuk Bani Israil. Keterangan tersebut terdapat dalam Surat Al Maidah ayat 26.Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.

Dalam ayat itu diceritakan kisah Bani Israil diharamkan memasuki wilayah Palestina. Penyebabnya tidak lain karena kedurhakaan dan sifat keras kepala mereka terhadap Nabi Musa.

Berikut keterangan Al-Qur'an tentang hal tersebut. Allah berfirman:

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيۡهِمۡۛ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗۛ يَتِيهُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡفَٰسِقِينَ

Artinya: "(Allah) berfirman, "(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah engkau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu." (Surat Al-Ma'idah: 26)

Baca juga: Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7

Ayat ini merupakan bantahan keras atas klaim Israel yang menganggap Palestina adalah milik mereka. Dalam Tafsir Kemenag dijelaskan, wilayah Palestina yang dulu bernama negeri Kana'an tidak boleh dimasuki Bani Israil selama 40 tahun. Selama kurun waktu itu, mereka kebingungan, tidak mengetahui arah dan tujuan dan tidak memiliki tempat menetap.

Allah memerintahkan Nabi Musa agar tidak sedih atas musibah yang menimpa kaumnya yang fasik itu. Menurut pendapat kebanyakan ahli tafsir, Nabi Musa dan Nabi Harun berada di padang gurun bersama-sama kaum Bani lsrail, tetapi padang itu bagi Nabi Musa dan Nabi Harun merupakan tempat istirahat dan menambah ketinggian derajat mereka.

Sedangkan bagi kaum Yahudi yang ingkar itu merupakan siksaan yang sangat berat. Setelah selesai peristiwa di padang pasir yang tandus itu, Nabi Musa dan Nabi Harun wafat dan kembali ke rahmat Allah.

Kemurnian fitrah orang-orang Bani Israil itu telah dirusak oleh kesesatan hingga mereka sesat, pengecut, dan penakut. Hal itu telah mendarah daging pada diri mereka. Ketika Nabi Musa membawa mereka ke jalan kebenaran, Bani Israil tetap bersikap pengecut.

Baca juga: Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama

(wid)

Read Entire Article
Masyarakat | | | |