MAYBRAT - Aksi sigap dan humanis ditunjukkan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir Angkatan Laut dengan mengevakuasi warga pengungsi dari wilayah hutan menuju lokasi aman di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Rabu (18/03/2026).
Penjemputan dilakukan melalui jalur Dusun Topo, Kampung Ainesra, yang menjadi titik turunnya para pengungsi setelah sebelumnya bertahan di hutan perbatasan antara Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Maybrat akibat gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Dalam kondisi penuh keterbatasan, Satgas Marinir bergerak cepat berkoordinasi dengan instansi pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk memastikan keselamatan warga. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan menyusuri jalur medan yang cukup sulit, guna menjangkau seluruh pengungsi secara aman.
Setibanya di lokasi aman, para pengungsi langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Langkah ini menjadi prioritas utama mengingat kondisi fisik warga yang menurun setelah cukup lama bertahan hidup di dalam hutan.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Penjemputan ini bertujuan memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang layak, termasuk pelayanan kesehatan. Kami akan terus berupaya memberikan perlindungan dan membantu masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal, ” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari pihak pemerintah distrik. Ketua Distrik Aifat Timur Jauh, Bernadus Aikingking, S.Ag., M.IP., mengungkapkan rasa syukur atas keselamatan warga serta bantuan yang diberikan oleh TNI.
“Kami bersyukur kepada Tuhan karena masyarakat bisa kembali dengan selamat. Terima kasih kepada TNI yang telah membantu pemerintah daerah, termasuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kami, ” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam situasi darurat. Pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Gobang VII turut memperkuat kepercayaan masyarakat serta mempererat hubungan antara aparat dan warga.
Diharapkan, pasca-evakuasi ini kondisi masyarakat dapat segera pulih dan situasi keamanan di Distrik Aifat Timur Jauh semakin kondusif, sehingga warga dapat kembali menjalani aktivitas kehidupan secara normal.
(PERS)

8 hours ago
6

















































