Santuni Keluarga Korban Ledakan di Lanny Jaya, Satgas Yonif 742/SWY: Duka Warga Adalah Duka Kami

8 hours ago 4

LANNY JAYA - Di tengah suasana duka yang menyelimuti Kampung Toemalo, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, kepedulian hadir mengetuk pintu sebuah honai sederhana milik keluarga Yakob Wea. Personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) datang membawa bantuan sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang kehilangan anggota tercinta akibat insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pada Minggu (7/6/2026), prajurit dari Pos TK Wunabunggu menyerahkan santunan berupa kebutuhan pokok kepada keluarga almarhum Endite Wea (18), korban yang meninggal dunia dalam peristiwa ledakan di wilayah Kampung Toemalo.

Kehadiran para prajurit bukan sekadar menyalurkan bantuan kemanusiaan. Mereka juga memberikan penguatan mental kepada keluarga korban yang masih berduka, sekaligus memastikan masyarakat tetap merasa aman di tengah situasi yang sedang berlangsung.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.

"Duka yang dirasakan keluarga Bapak Yakob Wea adalah duka kami juga. Kehadiran Satgas di wilayah ini bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara ketika menghadapi masa-masa sulit. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu bersama rakyat, baik dalam suka maupun duka, " ujar Letkol Dedi.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang harus terus dijalankan oleh prajurit di wilayah penugasan.

"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk dukungan moral agar mereka tetap kuat menghadapi cobaan ini, " tambahnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dikoordinasikan oleh Danpos Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, dan dipimpin langsung oleh Danton Waltis, Letda Inf Roni Setiawan. Sebanyak 20 personel terlibat dalam penyaluran bantuan yang dikawal oleh personel pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Setibanya di kediaman keluarga korban, para prajurit disambut hangat oleh warga. Dalam suasana penuh keakraban, bantuan berupa beras, mi instan, kopi, dan gula diserahkan langsung kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari mereka.

Selain menyerahkan bantuan, personel Satgas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian sampai proses penyelidikan selesai dilakukan demi menjaga keselamatan warga.

Ayah korban, Yakob Wea (57), mengaku terharu atas perhatian yang diberikan oleh personel TNI kepada keluarganya.

"Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang datang memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga kami. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini, " ungkap Yakob dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menilai keberadaan aparat keamanan selama ini memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Wunabunggu.

"Sekarang masyarakat bisa hidup lebih tenang. Kami merasa terlindungi dan diperhatikan, " katanya.

Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Satgas Yonif 742/SWY untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun rasa kebersamaan di wilayah Papua Pegunungan.

Di tengah duka yang belum sepenuhnya sirna, bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menghapus kesedihan keluarga korban. Namun kehadiran dan empati yang ditunjukkan para prajurit menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama untuk bangkit menghadapi cobaan.

Melalui langkah-langkah kemanusiaan seperti ini, Satgas Yonif 742/SWY terus berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di wilayah penugasan.

Autentikasi: Pen Yonif 742/SWY

Read Entire Article
Masyarakat | | | |