TNI dan Warga Bersatu di Goa Baliem, Gotong Royong Bangun Harapan dari Halaman Gereja

8 hours ago 3

LANNY JAYA - Suara canda warga dan prajurit berpadu di halaman Gereja Baptis Papua, Kampung Timotani, Distrik Goa Baliem, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Minggu (7/6/2026). Di tengah udara sejuk pegunungan, puluhan warga bersama personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) bergotong royong membersihkan lingkungan gereja dalam sebuah kegiatan karya bakti yang sarat makna kebersamaan.

Tak sekadar membersihkan area rumah ibadah, kegiatan yang digelar Pos Titik Kuat (TK) Wamitu tersebut menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Sebanyak 12 personel Satgas dipimpin langsung oleh Danpos TK Wamitu, Kapten Inf Agus Julkarnain, bekerja bersama sekitar 30 warga dari lima kampung di Distrik Goa Baliem. Mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan gereja, menata area sekitar, serta memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengatakan bahwa tugas prajurit di Papua tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat.

"Kami hadir bukan hanya sebagai aparat negara, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat Papua. Kegiatan karya bakti ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI untuk selalu berada di tengah masyarakat, membantu, mendengar, dan berbagi dalam setiap kesempatan, " ujar Letkol Dedi.

Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran penting sebagai pusat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat sehingga perlu dijaga bersama.

"Ketika gereja terawat dan masyarakat merasa diperhatikan, maka kebersamaan akan semakin kuat. Itulah yang ingin terus kami bangun selama bertugas di Papua, " tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama, di antaranya Ketua Wilayah Arigi Wenda, Pendeta Waibanus Kogoya, serta para gembala gereja yang selama ini menjadi panutan masyarakat di Distrik Goa Baliem.

Danpos TK Wamitu, Kapten Inf Agus Julkarnain, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong sengaja dirancang untuk mempererat hubungan antara prajurit dan warga.

"Tujuan utama kami adalah membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat. Ketika bekerja bersama, tidak ada sekat antara TNI dan warga. Semua menyatu dalam semangat kebersamaan untuk membangun lingkungan yang lebih baik, " katanya.

Setelah kegiatan karya bakti selesai, Satgas Yonif 742/SWY melanjutkan kegiatan dengan membagikan bantuan sosial berupa sarana penggalangan (Sargal) kepada masyarakat. Bantuan tersebut diterima dengan penuh antusias oleh warga yang hadir.

Suasana semakin hangat ketika prajurit dan masyarakat duduk bersama menikmati makan siang sederhana di area gereja. Momen itu menjadi gambaran nyata bahwa hubungan antara aparat dan masyarakat tidak hanya terjalin melalui tugas formal, tetapi juga melalui interaksi yang penuh kekeluargaan.

Tokoh masyarakat setempat mengaku terharu dengan perhatian yang diberikan personel Satgas kepada warga Goa Baliem.

"Kami merasa sangat diperhatikan. Kehadiran bapak-bapak TNI tidak hanya membantu pekerjaan kami, tetapi juga memberikan rasa aman dan kebersamaan. Ini menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, " ujar salah satu tokoh masyarakat.

Program yang dikenal warga sebagai bagian dari kegiatan "Safari Honai" tersebut dinilai mampu menghadirkan kedekatan yang lebih erat antara TNI dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan di daerah pegunungan, gotong royong yang terjalin di Gereja Baptis Papua menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun harapan dan masa depan masyarakat.

Bagi warga Goa Baliem, kehadiran prajurit bukan hanya soal keamanan. Lebih dari itu, mereka hadir sebagai sahabat, mitra, dan bagian dari keluarga besar yang bersama-sama menjaga kedamaian serta membangun kehidupan yang lebih baik di Tanah Papua.

Autentikasi: Pen Yonif 742/SWY

Read Entire Article
Masyarakat | | | |